Maret 31, 2026 | jwSjs4

Unik dan Bersejarah: Intip 7 Jenis Minuman Keras Tradisional Cina

Unik dan Bersejarah: Intip 7 Jenis Minuman Keras Tradisional Cina – Tiongkok tidak hanya dikenal dengan kekayaan kulinernya yang mendunia, tetapi juga tradisi minumannya yang telah berakar selama ribuan tahun. Bagi masyarakat lokal, minuman beralkohol atau jiǔ (酒) bukan sekadar pelengkap jamuan makan, melainkan simbol penghormatan, perayaan, dan warisan budaya. Dari fermentasi beras yang lembut hingga distilasi sorgum yang membakar tenggorokan, variasi minuman keras asal Negeri Tirai Bambu ini menawarkan spektrum rasa yang sangat luas.

unik-dan-bersejarah-intip-7-jenis-minuman-keras-tradisional-cina

Jika Anda ingin mengenal lebih dekat apa saja yang tersaji di meja perjamuan Tiongkok, berikut adalah ulasan mendalam mengenai tujuh jenis minuman keras yang paling populer.

1. Mijiu: Kelembutan Anggur Beras Tradisional

Memulai daftar ini dengan yang paling mendasar, kita memiliki Mijiu. Meskipun sering diterjemahkan sebagai “anggur beras,” secara teknis Mijiu lebih mirip dengan bir kuat dalam proses pembuatannya karena berbahan dasar pati beras, bukan buah-buahan.

Dengan kadar alkohol yang relatif rendah, sekitar 6%, Mijiu menawarkan sensasi rasa yang manis ringan dan aroma nasi yang bersih. Di Tiongkok, minuman ini sangat serbaguna; selain diminum langsung sebagai pendamping makanan ringan, Mijiu sering kali menjadi bahan rahasia dalam masakan tradisional untuk menghilangkan bau amis pada daging atau ikan.

2. Huangjiu: Si “Anggur Kuning” yang Kaya Rempah

Naik satu tingkat dari segi kompleksitas, Huangjiu atau anggur kuning merupakan salah satu minuman tertua di dunia. Berbeda dengan Baijiu yang bening, Huangjiu memiliki warna kuning kecokelatan hingga amber yang dihasilkan dari proses fermentasi biji-bijian seperti beras ketan, millet, atau gandum.

Dengan kadar alkohol antara 8% hingga 20%, Huangjiu memiliki profil rasa yang lembut namun sedikit asam. Menariknya, masyarakat Tiongkok lebih suka menikmati Huangjiu dalam keadaan hangat, terutama saat musim dingin atau ketika menyantap kepiting bulu, karena dipercaya dapat menyeimbangkan energi dalam tubuh.

3. Baijiu: Sang Primadona yang Mematikan

Bicara soal minuman keras Cina tidak akan lengkap tanpa menyebut Baijiu. Inilah “minuman nasional” Tiongkok yang terkenal dengan kekuatannya. Terbuat dari sorgum dan terkadang campuran biji-bijian lain, Baijiu memiliki kadar alkohol yang sangat tinggi, berkisar antara 40% hingga 60%.

Cita rasanya sangat kuat, pedas, dan memiliki aroma yang tajam—seringkali dideskripsikan memiliki aftertaste kacang-kacangan atau buah tropis yang difermentasi. Nama-nama besar seperti Moutai dan Wuliangye adalah merek Baijiu premium yang harganya bisa mencapai ribuan dolar per botol, menjadikannya simbol status sosial yang prestisius.

Variasi Unik: Erguotou Salah satu jenis Baijiu yang sangat populer di Beijing adalah Erguotou. Memiliki kadar alkohol sekitar 56%, minuman ini dijuluki “penyulingan kedua.” Erguotou dikenal sebagai pilihan rakyat jelata karena harganya yang terjangkau namun memiliki tendangan rasa pedas yang konsisten.

4. Kumis: Warisan Budaya dari Padang Rumput

Mungkin terdengar asing bagi telinga orang awam, namun Kumis atau Mǎnǎijiǔ adalah bagian integral dari budaya Tiongkok utara dan Mongolia. Uniknya, minuman ini tidak terbuat dari biji-bijian, melainkan dari susu kuda betina yang difermentasi.

Hasilnya adalah minuman dengan kadar alkohol sekitar 16% yang memiliki tekstur creamy dan rasa asam yang menyegarkan. Karena proses fermentasinya, Kumis sering dianggap sebagai minuman probiotik yang menyehatkan bagi para penggembala di padang rumput Mongolia.

5. Guihuajiu: Keharuman Bunga Osmanthus

Bagi mereka yang lebih menyukai profil rasa yang feminin dan elegan, Guihuajiu adalah jawabannya. Minuman ini dibuat dengan merendam bunga osmanthus ke dalam Baijiu yang berkadar alkohol rendah.

Dengan kandungan alkohol sekitar 15%, anggur osmanthus menyuguhkan aroma floral yang semerbak dan rasa manis yang alami. Minuman ini sangat populer dalam festival musim gugur, di mana aromanya dianggap mampu meningkatkan selera makan dan memberikan ketenangan.

6. Pijiu: Bir Gaya Tiongkok yang Menyegarkan

Seiring dengan modernisasi, bir atau Pijiu kini menjadi minuman beralkohol yang paling banyak dikonsumsi sehari-hari di Tiongkok. Terbuat dari jelai dan hops, bir Tiongkok seperti merek Tsingtao dikenal dengan rasanya yang sangat ringan, encer, dan menyegarkan—sangat cocok untuk menetralisir rasa pedas dari masakan Sichuan atau hotpot.

7. Putaojiu: Kebangkitan Industri Anggur

Terakhir, kita melihat tren yang sedang naik daun: Putaojiu atau anggur buah (anggur merah dan putih). Meskipun Tiongkok memiliki sejarah panjang dalam membuat anggur, industri anggur bergaya Barat baru berkembang pesat dalam beberapa dekade terakhir. Saat ini, kebun anggur di wilayah Ningxia mulai memproduksi botol-botol berkualitas tinggi yang mampu bersaing dengan produsen dari Prancis maupun Italia.

Menelusuri jenis-jenis minuman keras Tiongkok adalah perjalanan melintasi sejarah dan geografi yang luas. Setiap tegukan menawarkan cerita yang berbeda, mulai dari tradisi pedesaan melalui Kumis hingga kemewahan perjamuan resmi lewat segelas Baijiu. Mana yang paling ingin Anda coba?

Share: Facebook Twitter Linkedin